KABISAT Indonesia

Disaster Management And Community Development

Arsip untuk ‘Pemberdayaan’ Kategori

Memperkuat Kelembagaan Petani

Posted by kabisat pada 14 Desember 2011

Oleh : Efri S. Bahri *)

BADAN Pusat Statistik dalam Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2011 menyebutkan, bahwa jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia pada Maret 2011 mencapai 30,02 juta orang (12,49 persen), turun 1,00 juta orang (0,84 persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2010 yang sebesar 31,02 juta orang (13,33 persen).

Disebutkan pula, bahwa selama periode Maret 2010-Maret 2011, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang sekitar 0,05 juta orang (dari 11,10 juta orang pada Maret 2010 menjadi 11,05 juta orang pada Maret 2011), sementara di daerah perdesaan berkurang sekitar 0,95 juta orang (dari 19,93 juta orang pada Maret 2010 menjadi 18,97 juta orang pada Maret 2011). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Capacity Building, Kemiskinan, Pemberdayaan, Petani | Tinggalkan sebuah Komentar »

Peningkatan Kapasitas Masyarakat Miskin

Posted by kabisat pada 30 November 2011

Rabu, 30 November 2011 – 14:32:54 WIB | hit 31
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Miskin

Oleh : Efri S. Bahri *)

Indonesia hingga saat ini masih dihadapkan pada persoalan tingginya jumlah masyarakat yang berada dalam kondisi miskin.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kemiskinan 2010 yang mencapai 31 juta atau sebesar 13,33 persen.

Persoalan ini menjadi serius karena besarnya jumlah masyarakat yang tergolong miskin. Untuk mengatasi persoalan ini, negara, dalam hal ini pemerintah, swasta dan sektor ketiga, perlu didorong untuk memberikan perhatian serius mengatasi problem kemiskinan tersebut.

Salah satu penyebab kemiskinan adalah rendahnya kapasitas atau kualitas masyarakat miskin. Institut Manajemen Zakat (IMZ) mengidentifikasi terdapat 4 (empat) problem SDM yang dialami oleh keluarga miskin. Pertama, keluarga miskin tidak mampu membiayai anaknya di sekolah negeri karena tingginya biaya SPP, harga buku dan seragam serta biaya ujian reguler, ujian negara dan sebagainya.

Kedua, anak-anak keluarga miskin jarang bisa masuk ke sekolah negeri karena rendahnya kemampuan mereka sehingga tidak memenuhi persyaratan nilai minimum yang dikehendaki. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Capacity Building, Pemberdayaan | Tinggalkan sebuah Komentar »

Urgensi Perlindungan Sosial Bagi Masyarakat

Posted by kabisat pada 21 Juli 2011

Oleh: Efri S. Bahri, SE,.Ak,. M.Si

Dalam UU No.11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial disebutkan bahwa perlindungan sosial dimaksudkan untuk mencegah dan menangani resiko dari guncangan dan kerentanan sosial seseorang, keluarga, kelompok dan atau masyarakat agar kelangsungan hidupnya dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dasar minimal.

Undang-Undang ini juga menjelaskan bahwa perlindungan sosial dilaksanakan melalui: bantuan sosial, advokasi sosial, dan/atau bantuan hukum. Bantuan sosial dimaksudkan agar seseorang, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat yang mengalami guncangan dan kerentanan sosial dapat tetap hidup secara wajar. Bantuan sosial bersifat sementara dan/atau berkelanjutan dalam bentuk: bantuan langsung, penyediaan aksesibilitas dan/atau penguatan kelembagaan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Capacity Building, Pemberdayaan | Tinggalkan sebuah Komentar »

Posisi Tawar Petani Indonesia Lemah

Posted by kabisat pada 24 Juni 2011

Haluan Kamis, 24 Februari 2011 00:56. Agustus 2011, pemerintah Indonesia akan mengimpor beras untuk menjaga stok nasional agar negara aman dari ancaman krisis pangan. Pertanyaannya, apa yang salah dengan Indonesia sebagai negara agraris?

Kalau dilihat sejarah, menurut Greertz, Clifford (1976), dalam buku ‘Involusi Pertanian’, proses perubahan ekologi di Indonesia, bila dibandingkan antara Indonesia dengan Jepang dalam sektor pertanian, terutama padi, terdapat beberapa persamaan, seperti ; hasil padi per hektare di Jawa dan di Jepang dari kurun waktu (1868-1970) adalah sama, keadaan masyarakat yang sifatnya sama-sama feodal, penduduk yang sama-sama padat dan sistem pertanian sawah dengan lahan yang tidak begitu luas

Namun setelah 49 tahun berlalu, kondisi ini ternyata nasib petani Indonesia kesejahteraannya jauh di bawah kesejahteraan petani Jepang. Hal ini ditunjukkan data BPS tahun 2010, dimana jumlah penduduk miskin di pedesaan di seluruh indonesia mencapai 19,93 juta jiwa. Artinya, sebahagian besar masyarakat miskin yang tinggal di pedesaan tersebut adalah petani dari sekitar 38 juta rumah tangga petani yang terdata. Ini menunjukkan jumlah petani mencapai 44 persen dari total angkatan kerja di Indonesia, atau setengah dari penduduk Indonesia masih tergantung kepada pertanian.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pemberdayaan | Tinggalkan sebuah Komentar »

Semangat adalah Modal Bangkit Pasca Gempa

Posted by kabisat pada 23 Februari 2010

Gempa yang melanda Padangpariaman Sumatera Barat telah menimbulkan multi dampak. Kendati empat bulan telah berlalu, kondisi fisik, ekonomi dan sosial masih belum pulih. Salah satu kerusakan yang begitu dirasakan masyarakat adalah robohnya rumah tempat mereka tinggal.

Rumah bagi setiap keluarga begitu berarti. Dari rumahlah semua bermula. Sekarang saudara-sudara kita di Sumatera Barat mendapat ujian betapa beratnya tinggal dalam kondisi darurat. Ada yang masih di tenda-tenda, ada juga yang membuat sendiri rumah darurat dari batang kelapa, dan ada juga yang memanfaatkan sisa-sisa bahan bangunan yang telah rubuh. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Capacity Building, Disaster, Donasi, Empati, Gempa Padang 7.6 SR, Pemberdayaan, Transparansi | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.