KABISAT Indonesia

Disaster Management And Community Development

Arsip untuk ‘Disaster’ Kategori

Gempa Besar Landa Nanggroe Aceh Darussalam Terasa di Kota Padang

Posted by kabisat pada 11 April 2012

Kabisat Indonesia (11/4) – Gempa berkekuatan 8,5 SR melanda wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, Lampung dan bengkulu. Menurut Kepala Pusat Data Informasi Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sebagaimana dikutip oleh jpnn.com (11/4) peringatan dini tusnami Bengkulu, Lampung, NAD, Sumbar, Sumut menyatakan Gempa magnitute 8,5 SR tgl 11 April 2012 pukul 15.38.29 Wib dengan lokasi 2,31 LU, 92,67 BT, kedalaman 10 KM.

Dari Kota Padang, Relawan Kabisat Indonesia Jajang Fadli membenarkan bahwa gempa yang terjadi di Aceh juga terasa di Kota Padang. “Untuk itu, Kabisat Indonesia sebagai Lembaga Kemanusiaan di Kota Padang saat langsung melakukan kordinasi guna memantau kondisi dan perkembangan pasca gempa”, jelas Jajang

“Kita berharap gempa yang terjadi hari ini tidak menimbulkan dampak tsunami. Karena tentu akan menimbulkan dampak yang akan membebankan masyarakat”, harap Jajang

Pada kesempatan yang sama, warga di Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang juga waspada sambil mengungsi. Hal ini sebagaimana disampaikan Abdul Kadir. “Warga saai ini waspada sambie mangungsi”, pesan Kadir yang juga Pembina Yayasan Kabisat

Ditulis dalam Disaster | Tinggalkan sebuah Komentar »

Pasca Banjir Bandang Pasaman, Petani Butuh Cetak Sawah Baru

Posted by kabisat pada 29 Februari 2012

Butuh Waktu 3 Tahun Kembalikan Kesuburan 100 Hektar Lahan

SELASA, 28 FEBRUARI 2012 21:03 WIB. LENSAINDONESIA.COM: Koordinator Relawan Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jajang Fadli mengatakan diperlukan waktu 2 s/d 3 tahun untuk mengembalikan kesuburan 100 ha lahan sawah yang rusak akibat terjangan banjir bandang di melanda Nagari Simpang Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Rabu (22/2). Untuk itu agar ketahanan pangan masyarakat tidak terganggu, maka masyarakat berharap kepada pemerintah untuk memberikan dukungan, kalau perlu melakukan pencetakan sawah baru.

Ditambahkan Jajang Fadli yang juga Pengurus Yayasan Kabisat, keberadaan sawah ini sangat vital bagi masyarakat di Nagari Simpang karena merupakan sumber pangan pokok. “Saat ini ACT dan Kabisat menfasilitasi masyarakat untuk segera bangkit dengan menggerakkan modal sosial yang ada di masyarakat. Salah satu bentuknya adalah dengan melakukan gotong royong melakukan pembersihan terhadap lahan-lahan yang kena banjir. Alhamdulillah hal ini mampu memberikan kekompakan pada masyarakat”, tambah Jajang. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Disaster | Tinggalkan sebuah Komentar »

Ratusan Rumah Rusak Parah

Posted by kabisat pada 29 Februari 2012

24 Februari 2012 – 07.36 WIB. PASAMAN (RP)- Banjir bandang yang melanda Nagari Simpang, Kecamatan Simpati Kabupaten Pasaman, Sumbar, Rabu (22/2) petang lalu merusak ratusan rumah dan lebih seratus hektare sawah milik warga. Akibat kondisi ini mengancam ketersediaan pangan masyarakat setempat.

Relawan Kabisat Response Unit (KRU), Jajang Fadli kepada JPNN mengatakan bahwa selain bantuan logistik darurat, pemerintah juga harus menyiapkan program pemulihan areal persawahan. Menurut Jajang, dalam waktu dekat warga memang memiliki stok beras dan kebutuhan pokok lainnya. Namun jangka panjang, imbuh dia, memulihkan fungsi sawah menjadi sangat penting. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Disaster | Tinggalkan sebuah Komentar »

Pasca Banjir Bandang Pasaman, Petani Butuh Cetak Sawah Baru

Posted by kabisat pada 29 Februari 2012

PASAMAN, RIMANEWS – Koordinator Relawan Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jajang Fadli mengatakan diperlukan waktu 2 s/d 3 tahun untuk mengembalikan kesuburan 100 ha lahan sawah yang rusak akibat terjangan banjir bandang di melanda Nagari Simpang Kecamatan Simpati Kabupaten Pasaman Rabu (22/2). Untuk itu agar ketahanan pangan masyarakat tidak terganggu, maka masyarakat berharap kepada pemerintah untuk memberikan dukungan, kalau perlu melakukan pencetakan sawah baru.

Ditambahkan Jajang Fadli yang juga Pengurus Yayasan Kabisat, keberadaan sawah ini sangat vital bagi masyarakat di Nagari Simpang karena merupakan sumber pangan pokok. “Saat ini ACT dan Kabisat menfasilitasi masyarakat untuk segera bangkit dengan menggerakkan modal sosial yang ada di masyarakat. Salah satu bentuknya adalah dengan melakukan gotong royong melakukan pembersihan terhadap lahan-lahan yang kena banjir. Alhamdulillah hal ini mampu memberikan kekompakan pada masyarakat”, tambah Jajang

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Capacity Building, Disaster, Donasi, Empati | Bertanda: , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Akibat Banjir Bandang, 100 Ha Sawah Rusak

Posted by kabisat pada 24 Februari 2012

Jumat, 24 Februari 2012 – 10:42:23 WIB

PASAMAN, SO–Relawan Kabisat Response Unit (KRU) Jajang Fadli mengatakan akibat banjir bandang yang melanda Nagari Simpang Kecamatan Simpati Kabupaten Pasaman Rabu (22/2) sekitar 100 Ha sawah rusak. 

Dampaknya kedepan adalah ketersediaan pangan masyarakat tentu akan terganggu. Untuk itu, pemulihan areal persawahan ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Karena hal ini menyangkut kebutuhan pokok yakni pangan.

Ditambahkan Jajang, 6 banjir bandang juga mengakibatkan 60 rumah rusak ringan, 50 rusak berat dan 13 rumah hanyut, 2 mushala hanyut sawah 100 hektar rusak. Banjir bandang terjadi di 11 kampuang antara lain: kp banca kuai, kp sari bulan, pasar simpang, taluak, balai, kp melayu, kp jambak, kp koto, kp tanjung dan kp batang paku.

Lebih lanjut Jajang menyampaikan banjir bandang terjadi sekitar pukul 17.30 yang  di dahuli oleh hujan deras selama 2 jam. Hujan menimbulkan longsor sehingga membentuk bendungan di hulu sungai dan jebol sehingga terjadi banjir bandang yang membawa batu, lumpur dan kayu-kayu bekas tebangan liar. Saat ini keberadaan pengungsi sedang didata, namun belum ada korban jiwa.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagaimana dikutip dari Padang Ekspres, Rabu (22/2), Kecamatan Simpati memiliki luas 69,56 Km persegi atau 1.76 persen dari total luas Pasaman. Sedangkan jumlah penduduk pada 2010, totalnya sebanyak 10.634 jiwa atau 0.89 persen dari total penduduk Pasaman. Di Alahanmati sebanyak 3.998 jiwa dan di Simpang 6.636 jiwa. Kecamatan ini berjarak antara 22 sampai 32 kilometer dari ibukota kabupaten.

Di Nagari Alahan Mati terdapat jorong Bukit Malintang, Pinang Batupang, Guguak Salareh Aia dan Pasar Alahan Mati. Sedangkan di Nagari Simpang, terdapat jorong Simpang Hilir, Sawah Laweh, Tigo Kampung, Simpang Tigo dan Mudik Simpang. Di kedua nagari itu terdapat sawah seluas 6.956 hektare dan sebanyak 18 sungai. Memiliki 13 masjid, 15 mushalla dan 49 langgar. 

Ditulis dalam Disaster | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.